Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

19 May 2008

Bantuan Langsung Tunai (BLT) Plus

Mendekati Juni 2008, isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi semakin panas, sebab keputusan kenaikan harga diindikasikan akan dilakukan pada awal Juni 2008 ini. Namun menurut Boediono, BBM tidak akan naik sebelum konpensasinya beres. Salah satu kompensasi kenaikan BBM adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dianggarkan sebesar Rp 14 triliun tahap pertama (Juni-Desember) 2008. Selanjutnya, pelaksanaan distribusi BLT dilakukan berdasarkan instruksi dari Presiden.

BLT merupakan salah satu jaringan pengaman sosial (JPS) dalam rangka meminimalisir dampak kenaikkan BBM bagi masyarakat miskin untuk memebuhi kebutuhan hidupnya. selain BLT, pemerintah juga telah menambah besaran beras untuk masyarakat miskin (raskin) dari 10 menjadi 15 kilogram per kepala keluarga (KK) sebagaimana tertuang dalam kebijakan stabilisasi pangan yang dikeluarkan pemerintah. Selain itu, jika dianggap perlu, pemerintah juga akan menggelar pasar murah di daerah yang membutuhkan.

Program BLT plus, merupakan bentuk program BLT yang akan dilakukan tahun ini dengan target pertama adalah untuk 10 kota antara lain Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Palembang, dsb. Selain mendapatkan uang tunai (Rp100 ribu per bulan), rumah tangga miskin juga mendapatkan bantuan komoditas pangan berupa minyak goreng dan gula. BLT plus ini tetap didampingi oleh program pengentasan kemiskinan yang sudah berjalan, yakni beras untuk rakyat miskin (raskin), asuransi kesehatan bagi rakyat miskin (askeskin), dan bantuan operasional sekolah (BOS).

Banyak kalangan yang mengatakan bahwa pemberian BLT kali ini dinilai tidak tepat. Dengan berbagai pandangan sebagai berikut:
  • Penerapan BLT tidak efektif dan hanya mendorong pola hidup masyarakat konsumtif barang.
  • BLT akan menciptakan mental pengemis karena pemerintah hanya membagi-bagikan uang sehingga masyarakat menjadi malas.
  • Pemerintah tidak menggunakan pendataan masyarakat yang akurat dalam merealisasikan program BLT itu karena masih menggunakan data tahun 2005 dimana waktu itu belum melibatkan unsur pemerintahan dan pengurus setempat yang lebih tahu kondisi daerah masing masing.
  • BLT secara terus menerus bisa menimbulkan potensi terjadinya konflik antarmasyarakat. Angka kemiskinan, kriminalitas, bunuh diri di tengah masyarakat juga akan meningkat.
  • Alokasi BLT plus kali ini hanya 30 persen dari total sasaran karena pelaksanaannya tidak serentak, melainkan hanya dinikmati oleh 10 kota terlebih dahulu. Dengan demikian rencana penghematan APBN menjadi tidak sebanding dengan ongkos sosial yang dibayar oleh masyarakat keseluruhan. Pemerintah juga dianggap tidak adil karena tidak memperhitungkan ongkos yang tidak dibayar dan kerugian masyarakat sebagai imbas kenaikkan BBM.
  • BLT dianggap hanya sebagai sikap reaktif dari pemerintah untuk mengatasi dampak sosial akibat kenaikan BBM namun konsepnya dianggap tidak matang. Sebab, contoh lain seperti beras untuk rakyat miskin saja tidak dimatangkan, rakyat malah berebut dan sebagainya.
Para pengamat dan kalangan yang kontra dengan BLT lebih memilih untuk melakukan :
  • pemberian subsidi untuk mengembangkan usaha, utamanya pengusaha kecil dan menengah, untuk meningkatkan kesejahteran hidup masyarakat.
  • proyek padat karya melalui subsidi bagi petani, nelayan subsidi dan usaha kecil menengah lainnya dalam upaya mendukung Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
  • pemberian bantuan produktif seperti bibit tanaman dan hewan antara lain sapi, babi, dsb.
Pro-Kontra Angka Kemiskinan akibat kenaikan BBM

Beberapa waktu yang lalu Menko Kesra Aburizal Bakrie mengatakan bahwa dengan kenaikan harga BBM yang diikuti program Bantuan Langsung Tunai (BLT) plus bakal memangkas angka kemiskinan 13 persen.

Namun peniliti LIPI Hari Susanto mengatakan sebaliknya bahwa jika pemerintah memilih menaikkan harga BBM bersubdisi sebesar 28,7 persen, angka kemiskinan pada 2008 diperkirakan melonjak sampai 40 juta atau 18,04 persen dari jumlah penduduk di Indonesia. Kebijakan kenaikan harga BBM yang diperkirakan berkisar 20-30 persen akan membebani daya beli masyarakat yang saat ini juga tidak terangkat. Mungkin saja akan ada kenaikan pendapatan, namun kenaikan itu masih akan terasa berat jika harus menanggung kenaikan harga BBM sebesar itu.

Jumlah ini naik sebesar 1,88 juta dibandingkan angka kemiskinan pada 2007 (16,58 persen dari jumlah penduduk atau 37,7 juta jiwa). Angka ini jauh dari target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2008, yaitu angka kemiskinan turun menjadi 14,2 persen sampai 16 persen dengan pertumbuhan ekonomi 6,4 persen.

Terlepas dari pro dan kontra tersebut, kenaikan harga BBM memang sudah tidak terbendung karena APBN-P 2008 sudah tidak kredibel dan harus segera direvisi angkanya. Hal ini bisa dilihat dari asumsi harga BBM yang meleset meskipun sudah dinaikkan dari USD60 per barel ke USD95 per barel karena harga minyak dunia sudah mencapai USD120 per barel. Lifting minyak juga terancam tidak terpenuhi.

Alokasi Anggaran

Program BLT yang dialokasikan pemerintah sebesar Rp 14,1 triliun digunakan untuk pelaksanaan program selama tujuh bulan yakni mulai Juni s.d. Desember 2008 dengan sasaran 91,1 juta Rumah Tangga. Dengan demikian setiap bulan alokasi dana yang diperlukan adalah sekitar Rp 2 triliun. Sedangkan untuk PNS/TNI/Polri saat ini sedang disusun alokasi sebesar 4,3 triliun diluar dari dana yang Rp 14,1 triliun tersebut di atas.

Setiap kupon/kartu BLT akan mendapat subsidi sebesar Rp100 ribu dan disalurkan per tiga/empat bulan sekali. Dengan demikian masyarakat akan menerima uang yang akan diberikan secara bertahap. Tiga bulan pertama Rp300 ribu perkepala keluarga dan empat bulan berikutnya Rp400 ribu.

Penerima BLT

Saat pelaksanaan BLT periode pertama pada Juni s.d. Desember mendatang, pemerintah kemungkinan masih menggunakan sebagian data kemiskinan tahun 2005 yakni sebanyak 19,1 juta kepala keluarga. Hal ini karena update total data dari BPS sendiri baru akan dilakukan pada bulan September-Oktober 2008. Untuk periode berikutnya (mulai Januari 2009) direncanakan akan menggunakan data kemiskinan yang baru.

Dari data saat ini, keluarga miskin terbagi atas keluarga sangat miskin 4,1 juta, keluarga miskin 8 juta, dan keluarga di atas batas kategori miskin sebanyak tujuh juta jiwa. Untuk periode pertama, penerima kartu BLT plus akan dibagikan untuk 10 kota. Hal ini sebetulnya yang disayangkan beberapa kalangan dan menganggap bahwa kebijakan ini belum sepenuhnya siap disamping datanya masih menggunakan data tahun 2005 yang diragukan keakuratannya, juga pelaksanaan BLT plus tidak dilakukan serentak, melainkan baru ditujukan untuk 10 kota besar terlebih dahulu dan bukan untuk daerah yang banyak mengalami kemiskinan.

Untuk BLT plus, pemerintah menyorot target ke 10 kota besar tersebut terlebih dahulu karena dinilai mempunyai jumlah penduduk miskin paling banyak walaupun dibandingkan dengan penduduk miskin di pedesaan juga jumlahnya tidak kalah banyak, namun, ke 10 kota besar ini dinilai jauh lebih siap untuk peletakkan dan penyebaran kartu BLT, karena tahun 2008 scope terbesar untuk warga miskin terjadi di wilayah-wilayah tersebut. Saat ini yang dikhawatirkan pemerintah adalah pada pencetakan kartu dan pendistribusiannya serta adanya dispute resolution atau mereka yang merasa miskin tetapi tidak mendapatkan BLT. Sedangkan evaluasi datanya akan dilakukan tanggal 23 Mei mendatang.

Sasaran BLT

Sasaran utama penerima BLT periode pertama terdiri dari 19,1 juta Keluarga tersebut terdiri atas Keluarga Sangat Miskin dan Keluarga Miskin serta 5-7 juta PNS/TNI/Polri golongan rendah, terutama golongan satu dan dua.

Menteri Keuangan menekankan agar pengucuran BLT ini dapat diterima oleh orang yang benar-benar tepat. Walaupun nantinya kebijakan ini tidak 100 persen mampu melindungi masyarakat miskin namun diupayakan pemerintah tetap bisa menjaga daya beli masyarakat.

Pelaksanaan

Pemerintah berjanji akan terus mencari cara agar penyaluran BLT tidak menimbulkan celah-celah korupsi dan penyalurannya diupayakan tepat sasaran disertai kode tertentu pada setiap kartu BLT. Pemerintah juga merencanakan penyaluran BLT akan bersamaan dengan pengumuman kenaikan BBM. Sedangkan penyaluran bagi manula atau yang sakit, diupayakan untuk bisa diantar.

Penyaluran BLT telah disusun oleh Bappenas dan akan dilaksanakan oleh PT Pos dan BRI. Selain itu sebagai bentuk pengawasan, akan dilibatkan juga unsur perangkat pemerintahan desa, RT, RW, dan karang taruna serta melibatkan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), advokasi pemerintah daerah, dan Depdagri. Seperti tahun 2005, Depsos tetap ditunjuk disebagai leading sektor penyalur juga bertugas melakukan monitoring dan evaluasi.

Berbeda dengan tahun 2005, kartu BLT yang didistribusikan melalui PT Pos akan langsung dikirim ke rumah-rumah penerima BLT dan didampingi langsung oleh pengurus pemrintahan setempat seperti perangkat kelurahan/kepala desa, RT, RW, dan karang taruna yang sekaligus membantu kelancaran mekanisme dan pengawasan penyaluran kartu.

Untuk menghindari antrean yang panjang, pencairan BLT kali ini akan diatur sesuai jadwal yang telah ditentukan. Selain itu, pencairan BLT juga tidak bisa diwakilkan guna menghindari sistem ijon, kecuali membawa surat wasiat dan memang terbukti ada hubungan dalam keluarga inti berdasarkan kartu keluarga (KK).

Pengawasan

Seperti telah disinggung diatas, skenario pelaksanaan BLT kali ini akan melibatkan BPKP dan perangkat pemerintah setempat sebagai unsur pengawasan atas penyaluran BLT. Jaksa Agung Hendarman Supandji juga memerintahkan para kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) di seluruh Indonesia mengawasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat.

Untuk pelaksanaan BLT secara keseluruhan, nantinya pemerintah diharapkan memberikan laporan pertanggungjawaban untuk bisa diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sehingga bisa diketahui apakah pelaksanaan kali ini sudah benar-benar seperti yang diharapkan. Audit ini diperlukan mengingat besarnya dana yang digunakan untuk program BLT ini.

Rencana Program

Program BLT diharapkan bisa berlanjut tahun 2009 dengan menggunakan data yang akan terus diperbaharui. BPS rencananya akan melakukan update data kemiskan untuk BLTpada bulan September 2008. Saat ini terdapat 6.300 kecamatan, sedangkan BPS baru melakukan update data sebanyak 1.000 kecamatan. Sisanya sebanyak 5.300 itu, baru akan di-update pada September 2008.

Pendataan BPS difokuskan pada warga yang sangat miskin dan memiliki anak berusia 15 tahun ke bawah karena berkaiatan dengan program kesehatan dan pendidikan.

Saat ini yang perlu kita lihat adalah pelaksanaan BLT harus tepat sasaran dan yang paling penting tidak ada dana yang dikorupsi, sehingga memang betul-betul untuk masyarakat miskin.

08 May 2008

BBM Naik, kok bisa ? bisa menambah inflasi dong...

Hingga kemaren sudah tercatat rekor baru harga minyak mentah mencapai USD123,93/barrel. Naiknya harga minya dunia membuat negara maju pengimpor minyak besar menjadi kalang kabut karena bisa berdampak timbulnya inflasi global. Bahkah USA sudah bersiap-siap untuk menaikkan suku bunga karena adanya inflasi yang melebihi perkiraan sebelumnya.

Kondisi Indonesia

Melihat terus melonjaknya harga minyak dan juga adanya krisis pangan dunia membuat APBN mendapatkan tekanan yang sangat berat.

Melihat kondisi ini, pemerintah akhirnya menurunkan target pertumbuhan ekonomi dari 6,4% menjadi 6,0%. Selain itu target pertumbuhan ekspor juga diturunkan menjadi 13% untuk tahun ini dari 14,5%. Namun demikian, untuk tahun ini kondisi ekonomi Indonesia diperkirakan masih terkendali karena Neraca Cadangan devisa Indonesia termasuk stabil yakni masih sekitar USD 58,8 miliar atau bisa menutupi impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah meskipun April 2008 Cadangan Devisa mengalami penurunan turun tipis sebesar USD 187 juta. Stabilnya cadangan devisa tersebut diantaranya dipicu oleh surplusnya Neraca Pembayaran Indonesia masih surplus.

Isu BBM Naik

Untuk menahan gejolak kenaikan komoditas energi dan pangan dunia, pemerintah berencana akan menaikkan harga BBM bersubsidi secara terbatas dengan memberikan kompensasi cukup besar kepada masyarakat bergolongan ekonomi lemah. Kenaikan tersebut menungkinan sekitar 30% dan akan dilakukan paling cepat bulan Juni ini. Kenaikan BBM dipastikan akan berdampak terhadap naiknya inflasi domestik. Setiap 10% kenaikan BBM diperkirakan akan menambah inflasi sebesar 0,34%, maka isu yang beredar mengenai kenaikan BBM sebesar 30%, akan bisa menimbulkan inflasi pada tahun ini lebih dari 9%.

Inflasi bisa bertambah jika efek psikologis pasar berlangsung lama. Namun pengalaman pada tahun 2005, efek psikologis akibat kenaikan BBM hanya berlangsung sesaat. Namun demikian, naiknya harga BBM memang akan menguatkan posisi nilai tukar rupiah dan mencegah naiknya profil risiko makro domestik yang pada akhirnya akan mempertahankan rating utang Indonesia.

Saat ini pemerintah sedang mengkaji kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta rencana pemberian bantuan langsung tunai (BLT) plus sebagai kompensasi dampak kenaikan harga BBM tersebut kepada masyarakat "kelas bawah" yang paling terkena dampak kenaikan harga karena kenaikan BBM otomatis akan mengurangi daya beli konsumsi yang akhir-akhir ini mendapat tekanan dari kenaikan harga pangan.

Isu Inflasi

Jika BBM jadi dinaikan Juni mendatang dipastikan inflasi akan meningkat. Bank Indonesia memprediksi bahwa 2008 inflasi akan lebih dari 9% akibat kenaikan BBM dan pengaruh ekonomi global. Namun Menkeu Sri Mulyani, masih optimis tahun ini inflasi akan berada sekitar 8,5%-9,5%.

Untuk meredam laju inflasi Bank Indonesia tanggal 6 Mei lalu memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 8,25% dari 8% sebelumnya. Hal ini dilakukan selain untuk meredam spekulasi pasar, juga agar agar pada saat terjadi kenaikan harga BBM selisih antara suku bunga nominal dan inflasi tidak terlalu besar sehingga BI lebih leluasa menerapkan kebijakan yang akan diambil selanjutnya.

BI tetap mengupayakan selisih tersebut akan tetap negatif guna menjaga pertumbuhan domestik sekaligus dapat menyerap dana perbankan ke Sertifikat Bank Indonesia, sehingga menciutkan jumlah uang beredar. Namun BI sepertinya harus lebih waspada terhadap naiknya suku bunga yang bisa merembet kepada resiko kredit macet (NPL). Jangan sampai kenaikan BI Rate akan terus menambah index stabilitas sistem keuangan yang bisa menimbulkan gejolak ekonomi.

05 May 2008

April 2008 Inflasi 0,57% dibandingkan bulan Maret, dan 8,96% dibandingkan April 2007

Tingkat Inflasi Indonesia lumayan terkendali, terbukti sejak tahun 2006 tingkat inflasi dari bulan ke bulan cukup stabil dan cenderung menurun. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sejak tahun 2006 inflasi mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Inflasi M.o.M

Apa ini...? maksudnya tingkat inflasi dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Untuk Inflasi MoM, Indonesia terlihat cukup terkendali dan stabil.

Coba lihat grafik berikut:
Januari 2008 inflasi tercatat 1,77%, selanjutnya turun menjadi 0,65% di bulan Februari. Meskipun di bulan Maret Inflasi naik menjadi 0,95%, namun di bulan April kembali turun menjadi 0,57%.

Inflasi Y.o.Y

Yakni tingkat inflasi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Misalkan untuk bulan april 2008 dibandingkan dengan April 2007, dst. Untuk Inflasi YoY ini tercatat penurunan laju yang cukup tajam sejak januari 2006.

Coba kita lihat grafik di bawah:


Terlihat penurunan laju inflasi yang cukup tajam dari 17,03% pada bulan Januari 2006 menjadi 8,96% di bulan April 2008. Namun demikian, perlu dicermati bahwa sejak November 2006, inflasi saat itu tercatat 5,27%, selanjutnya perlahan lahan bergerak naik bahkan hingga bulan April 2008.

Terlepas dari itu semua, Inflasi Indonesia tergolong bagus, sebab di saat adanya krisis minyak dan pangan dunia, pergerakan laju inflasi tidak mengalami shock yang signifikan.

04 May 2008

Beras Naik, Sedih atau Bahagia ?

Harga beras dunia terus melonjak. Hal ini membuat pemerintah negara-negara pengimpor beras melakukan berbagai tindakan antisipasi. Sebagai salah satu negara pengimpor, Indonesia pun mulai tertekan karena mau tak mau tetap harus menyediakan makanan pokok tersebut di tengah maraknya kelaparan dan gizi buruk yang melanda.

Lain halnya dengan Thailand dan Vietnam yang merupakan negara pengekspor beras terbesar, lonjakan harga beras tentu sangat diuntungkan. Selain Beras, Semua harga biji-bijian juga melonjak, dan ini sangat membebani banyak pihak, terutama kaum miskin.

Penyebab kenaikan harga pangan (terutama Beras)

Harga beras saat ini memang mengalami rekor di pasar dunia. Harga beras mencapai US$ 1000 per metrik ton. Penyebab kenaikan harga pangan belakangan ini antara lain.
  1. Pertambahan penduduk yang berarti meningkatnya kebutuhan pangan.
  2. Peralihan penggunaan bahan pangan untuk bahan bakar nabati (biofuel) yang dimotori oleh AS dan Eropa. Produksi biodiesel dunia pada 2007 mencapai 11,75 miliar liter. Dimana 43% diantaranya menggunakan kedelai sebagai bahan baku dan 34% lainnya pakai kanola yang biasanya digunakan untuk minyak goreng. Sementara untuk produksi bioethanol mencapai 45 miliar liter dimana 50% diantaranya dari tebu dan 36% lainnya dari jagung.
  3. Perubahan iklim yang membuat prediksi pertanian menjadi kacau. Masa panen beberapa komoditi meleset dari jadwal biasanya.
  4. Investasi pertanian dipandang sebelah mata terutama oleh IMF dan Bank Dunia dengan memaksa negara-negara miskin berinvestasi untuk mengekspor hasil pertanian ditengah kekurangan pangan di dalam negeri.
  5. Reaksi atas Dogma dari lembaga Keuangan Internasional seperti Bank Dunia yang berupaya meurunkan harga beras dengan alasan lemahnya daya beli. Mereka memberikan asumsi berlebihan jika harga beras tinggi, sehingga harga beras dipicu untuk semurah-murahnya. Hal ini justru mengorbankan nasib para petani.
  6. Spekulan. Minat para spekulan ini kini beralih dari yang biasanya bermain di perdagangan minyak ke perdagangan komoditi.
Reaksi PBB dan FAO

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) membentuk sebuah Gugus Tugas untuk mengatasi masalah krisis pangan. Gugus Tugas krisis pangan ini akan mendesak negara-negara donor memberikan bantuan dengan cepat dan sepenuhnya melalui World Food Programme (WFP). Dengan adanya lonjakan harga pangan, maka harus ada tambahan dana US$ 755 juta untuk program WFP. Namun, PBB juga menyebutkan bahwa kenaikan harga pangan dunia juga menjadi harapan bagi petani dan keluarganya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Jacques Diouf, Dirjen FAO mengatakan bahwa persoalan pangan dunia saat ini memerlukan dua pendekatan yang disebut dengan a twin-track approach. Pertama, membuat kebijakan dan program bagi jutaan masyarakat yang mempunyai risiko atau rentan kelaparan dan kedua, melakukan langkah-langkah membantu petani khususnya di negara berkembang agar mampu mengambil keuntungan dengan tingginya produk pangan dan produk pertanian lainnya. Untuk itu diperlukan kreasi untuk menghasilkan suatu kebijakan yang memungkinkan petani mendapatkan akses saprodinya seperti benih, bibit dan pupuk. Selain itu peningkatan investasi di sektor pertanian juga perlu dilakukan seperti pembangunan sarana irigasi, pembuatan infrastruktur di pedesaan misalnya jalan, sarana komunikasi, pasar, serta sarana penyuluhan terkait penyebaran ilmu dan teknologi pertanian. Tindakan tersebut memerlukan sekitar 1,7 miliar dolar AS dari sumber keuangan internasional untuk keperluan ini.

Keadaan Indonesia

Perubahan politik Indonesia ternyata ada pengaruhnya pada ketahanan pangan dan pembangunan bidang pertanian. Dibanding era orde lama dan orde baru, pembangunan bidang pertanian di era reformasi mengalami kemunduran. Namun, Indonesia masih sangat beruntung dibandingkan dengan negara-negara lainnya dalam hal komoditi beras karena Indonesia adalah satu-satunya negara yang harga berasnya stabil. Bahkan beras sering menjadi penyumbang deflasi pada saat melambungnya angka inflasi di dalam negeri. Selain itu, ada fenomena yang menarik pada bulan Februari 2008 yaitu harga beras pada bulan Februari justru lebih rendah dari bulan Januari padahal biasanya sebailknya.

Bulog tahun ini menargetkan penyerapan beras dalam negeri sebesar 2,3 hingga 3 juta ton, atau naik dari penyerapan di 2007 yang hanya sebesar 1,7 juta ton. Disamping itu, untuk mencegah terjadinya ekspor beras yang terlalu besar di tengah kenaikan harga yang tajam dan juga panen yang terjadi, pemerintah perlu menciptakan suatu mekanisme pengelolaan ekspor yang matang.

Pernyataan SBY, Presiden Republik Indonesia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak para petani untuk meningkatkan produksi pertanian. Kenaikan harga pangan di pasar internasional jangan dipandang sebagai suatu musibah tapi sebagai suatu berkah. Presiden mengharapkan tahun 2008 ini produksi pangan di Indonesia mengalami surplus. Dengan posisi Indonesia sebagai negara agraris, sangat diuntungkan dengan kenaikan harga pangan dunia itu. Namun, rakyat Indonesia harus sadar mengelola lahan pertanian secara optimal. SBY menambahkan, bagi negara miskin, lahan pertanian kenaikan harga bahan pangan ini akan menjadi masalah. Tapi, di Indonesia lahan pertaniannya sangat subur dan bisa memproduksi bahan pangan secara maksimal.

Presiden berharap tahun ini produksi beras mengalami surplus seperti dua tahun sebelumnya. Di Jawa Timur saja, produksi beras telah mengalami surplus 3 juta ton.

Resiko Penyelundupan Beras

Harga beras di luar negeri yang masih tinggi menimbulkan risiko penyelundupan. Departemen Perdagangan minta bantuan aparat berwenang untuk mengetatkan penjagaan di wilayah perbatasan seperti Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia dan Kalimantan Timur dan Sulawesi yang berbatasan dengan Filipina. Pemerintah pun perlu mewaspadai penyelundupan beras ini karena adanya indikasi perdagangan antara pulau yang meningkat 3 kali lipat. Upaya ini memang sangat sulit karena negara kita sangat luas dan untuk menjaganya tidak mudah. Namun hal tersebut perlu dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan pangan.

Guna menghindari adanya penyelundupan beras ke luar negeri melalui jalur perdagangan antar pulau, Departemen Perdagangan akan mengeluarkan regulasi yang menyangkut perdagangan beras dalam negeri. Namun hingga kini hal itu belum bisa dilakukan supaya tidak mengganggu distribusi beras di dalam negeri. Sementara untuk perdagangan antar pulau, pemerintah tidak bisa membatasi dikarenakan dari 33 provinsi yang ada di Indonesia, hanya 11 provinsi yang bisa surplus beras. Sisa 22 provinsi lainnya masih belum bisa swadaya. Ketergantungan antar provinsi ini membuat perdagangan antar pulau menjadi sangat tinggi sehingga Kalau diatur malah bisa jadi hambatan.

02 May 2008

Indonesia temani Philippina atau sebaliknya ?

Bursa saham di bulan april masih belum memuaskan untuk IHSG, karena Indonesia masih termasuk negara yang mengalami penurunan selama bulan tersebut. Selain Indonesia Philippina juga tercatat menyusul Indonesia mengalami perlemahan di bursa sahamnya.

Coba kita lihat grafik berikut:

SET=Thailand PCOMP=Philippina KLCI=Malaysia JCI=Indonesia STI=Singapura
Lagi-lagi Singapura melesat...

Ada apa sih sebenarnya dengan Singapura? ... selain Mata uangnya yang terus menguat,.. bursa sahamnya (STI) juga naik...? kayaknya para peneliti ekonomi Indonesia harus berusaha menggali pola ketahanan ekonomi dari negeri singa ini.

Bagaimana dengan Bursa Saham Utama Dunia ?

Semua Bursa Utama Dunia selama bulan April 2008 mengalami kenaikan. Ada yang kenaikannya biasa, ada juga yang melesat bak meteor yakni HSI (Hongkong). IHSG (Indonesia - JCI) kalau dibandingkan dengan mereka-mereka ini ya kelihatan sangat tertatih-tatih mengikuti langkahnya..

Coba lihat nih...

Di bulan April 2008 ini, JCI sepertinya sangat kewalahan mengikuti pergerakan bursa saham utama dunia.

Hong Kong memang Moy...

Dari grafik di atas terlihat jelas bahwa HSI sempat saling mengejar dengan NKY (Jepang), namun pada detik-detik terakhir melesat meninggalkan "temannya" tersebut. Untuk DJIA (USA) terlihat stabil atau mungkin lebih tepatnya sedang mengalami kejenuhan, dibandingkan dengan sahabatnya FTSE (UK).

IHSG Indonesia Bangun dong...

Di minggu terakhir bulan April, IHSG sepertinya akan bangun dari tidurnya,... apakah di bulan Mei 2008 ini kembali menunjukkan taringnya? .. Sebagai warga Indonesia sepatutnya harus optimis dengan hal tersebut...

Rupiah Masih menggemaskan

Selama Bulan April 2008 pergerakan Nilai Rupiah bisa dikatakan stabil, walaupun secara keseluruhan trendnya masih menurun.

Menggemaskan

Coba mari kita lihat grafik berikut ini:


Kita asumsikan bahwa start perhitungan dimulai tanggal 1 April. Dari grafis diatas bisa kita lihat bahwa Nilai Rupiah terlihat paling stabil, namun masih bergerak melemah. Hal ini kemungkinan masih besarnya ketergantungan Rupiah terhadap USD mengakibatkan kinerja perbaikan ekonomi mengalami hambatan.

Singapura Kok bisa ya?

Kalau kita lihat Singapura, kok mereka bisa tetap mempertahankan trend naik ya... padahal mata uang yang lainya trend-nya menurun semua. Ada sih seperti Euro yang sempat menguat, namun di akhir bulan langsung terjun payung.

Jepang Kelabakan

Seperti halnya Euro, Yen Jepang yang pada awal bulan menguat, akhirnya ikut terjun payung juga, malahan lebih parah dari Euro. Yen Jepang benar-benar terpuruk di bulan april. Kemungkinan terbesar karena akibat naiknya harga minyak dunia, karena jepang merupakan salah satu negara maju importir minyak yang besar.

Meskipun demikian, mengapa Yen Jepang di akhir bulan pergerakannya masih melemahpadahal harga minyak sudah mulai bergerak turun? Biarlah jepang segera memperbaiki kebijakan ekonominya.

Krisis Minyak Segera Berakhir ?

Memasuki awal april 2008, semua dikejutkan dengan harga minyak yang melambung melampaui USD $100 per Barell, suatu angka yang sangat fantasis. Negara-negara maju yang notabene adalah konsumen dan importir minyak menjadi kelabakan.

Indonesia yang juga importie minyak sekaligus exportir merasakan dampaknya. Hal ini karena minyak dalam negeri harganya masih mendapatkan subsidi dari APBN. Kenaikan harga minyak berarti menambah besaran subsidi APBN untuk minyak.

Semakin Parah

Hari berganti hari di bulan April, harga minyak semakin menggila. Hingga Minggu terakhir malah tercatat harga tertinggi minyak mencapai USD $120 per Barell. Sampai-sampai Presiden RI sendiri sempat mengirimkan surat kepada Sekjen PBB Ban Ki-Moon yang mengkhawatirkan adanya krisis minyak dunia ini. Krisis ini jangan sampai menimbulkan tindakan anarki dan kekerasan seperti yang baru-baru ini terjadi di Haiti.

Segera Berakhir ?

Setelah hingga minggu terakhir april harga minyak dunia menggila, mendekati Mei harga minyak dunia (Brent Oil) mulai kecapean alias turun. Apakah hal ini pertanda krisis minyak akan segera berakhir? ataukah ini hanya ancang-ancang untuk kembali naik menjadi lebih dahsyat lagi?

Coba kita lihat pergerakan harga mintak mentah selama bulan april hingga 1 mei 2008 berikut ini:



Kita berharap saja bahwa harga tersebut semakin turun dan turun, hingga tidak perlu BBM naik lagi.